Dunia Sex- Cerita mesum kepergok orang tua telah mesum karena di tubuhku ada bekas cupangan yang tidak kalah serunya dan di jamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.
Cerita Sex Berawal Dari Cupang - Ini kisah nyata yang pernah saya alami, nama saya Angel dengan umur 21 tahun dengan ciri-ciri tinggi 162 cm, berat 60kg, dada 36B, kulitku putih, aku sendiri campuran China-Sunda. Saat ini aku sedang berkuliah di Universitas Tarumanega di Jakarta.
Dalam keluarga sikap orang tuaku sangat keras, mereka memberi peraturan yang harus diingat olehkami sebagai anaknya, yaitu dilarang keras untuk BERPACARAN sebelum selesai kuliah, jika di langgar saya tidak akan di kuliahkan lagi. Saat itu hujan turun lumayan deras, aku menunggu tapi mobil angkutan selalu saja penuh dan jalanan pun semakin sepi dan aku sudah basah kuyup tak karuan. Tiba-tiba aku melihat sebuah mobil sedan berhenti di depanku.
kemudian beliau menawarkan tumpangan kepadaku, aku pun menerimanya karena takut tidak bisa pulang. Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Pak Andre umur 40 tahun. Sepanjang perjalanan beliau mengajaku berbicara kesana kemari dan sempat menawarkan untuk berganti pakaian di rumahnya karena beliau mempunyai putri yang sesuai denganku.
Aku menerima tawaran beliau karena percaya kepadanya dan akhirnya kami pun sampai di sebuah komplek perumahan, ketika aku masuk rumah itu gelap gulita, tak ada penghuninya. Pak Andre mengatakan mungkin putrinya belum kembali dari kuliah. Aku mengangguk tanpa curiga. Pak Andre membawakan aku pakaian putrinya. Aku mengganti pakaianku tanpa menanggalkan BH dan CD-ku.
Ketika aku keluar, Pak Andre sedang duduk di sofa sambil meminum teh, beliau mempersilahkan aku duduk di sebelahnya. Kami pun mengobrol tanpa canggung lagi, Tiba-tiba Pak Andre memegang keningku dan beliau berkata badanmu hangat begnini? aku hanya menjawa dengan senyum sekaligus kaget.
Entah kenapa Pak Andre mengelus-elus rambutku yang masih basah, sentuhan-sentuhan beliau turun keleherku. Aku merasakan sensasi aneh yang membuatku merinding geli, dan akhirnya bibir Pak Andre mendarat di bibirku, setengah kaget mataku melotot memandang Pak Andre.
Tapi Pak Andre malah menciumku lagi, aku berontak, tapi tak berhasil, malah rengkuhan tangannya semakin kuat kurasakan. Lama kelamaan aku mulai terhanyut dan membalas ciuman Pak Andre walaupun ciumanku belum sempurna. Mungkin karena didorong rasa ingin tahu aku membiarkan Pak Andre bertindak lebih jauh.
Ciumannya mulai turun ke leherku, aku merasa geli sekaligus kenikmatan yang tiada duanya. Rasanya sarafku akan putus saat lidahnya menjilati leherku. Pak Andre mendorongku hingga aku terbaring di lantai permadani, sambil terus menciumi dan menjilati wajahdan leherku.
Dengan lincah tangan-tangan Pak Andre kurasakan sedang bermain-main di atas dadaku, beliau membuka kancing piyamaku. Entah mengapa aku tak melawannya saat Pak Andre berhasil meloloskan semua pakaianku hingga aku telanjang.
Aku berteriak pelan bagai disengat sesuatu saat lidahnya kurasakan mendarat di atas puting susu ku. Pak Andre meremas susuku yang kiri dan mengulum yang kanan, mmm aku bergetar tak karuan. Belum selesai dengan kenikmatan yang aku rasakan Pak Andre meneruskannya dengan menghisap susuku seperti bayi.
Aku menggelinjang kenikmatan, ahhh birahiku semakin naik. Pak Andre berdiri melepaskan pakaiannya hingga telanjang. Aku hanya terdiam menatap wajah Pak Andre. Kemudian beliau berjongkok di samping tubuhku dan mulai menjilati dari samping sambil terus meremas-remas susuku, hingga aku lemas tak berdaya.
Nafasku semakin tak beraturan karena tak tahan akan ciuman dan jilatan Pak Andre. Ciumannya turun ke perutku dan Akhhh aku menjerit keras saat kurasakan lidahnya menjilati selangkanganku. Kakiku berontak dengan berusaha menendangnya. Tapi tangan Pak Andre begitu kuat mencengkram kedua pahaku. Aku mendesah semakin kuat saat kurasakan lidah Pak Andre menyentuh vaginaku.
Pak Andre seakan tak peduli, beliau terus menjilati vaginaku, dan mengobok-oboknya dengan tempo yang teratur. Teriakan-teriakan kenikmatan keluar dari bibirku saat Pak Andre menghisap vaginaku denga kuat. Ohhh uuhhhh ohh aku merasakan enak sekaligus geli yang amat sangatdahsyat. Pak Andre mempercepat tempo jilatan dan ciumannya di vaginaku, hingga aku merasa akan meledak.
Aku berteriak seenaknya, Sial aduh ohhh aduhhh sayanggg teriakanku malah membuat Pak Andre semakin bernafsu, beliau menghisap klitorisku dengan kuat hingga tubuhku mengejang, Oohhh hhh aku merasakan orgasme. Aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut, tubuhku lemas dan kakiku menjepit kepala Pak Andre. Pak Andre bangkit dan berjongkok di samping tubuhku beliau menyuruhku menyetubuhi penisnya yang lumayan besar itu. Aku yang sudah lupa segalanya menurutinya.
Aku mulai menjilati dan mengocok-ngocok penisnya di mulutku. Tangan beliau pun masih tetap meremas-remas susuku. Aku hisap dan kucium-cium kepala penisnya. Pak Andre melenguh seiring hisapanku yang semakin kuat, beliau pun meremas susuku semakin kuat, hingga aku semakin bersemangat dan liar.
Desahan Pak Andre membuatku tak tahan, karena aku mulai merasakan vaginaku pun mulai basah. Ohhh sayanggg pinter iseppp teruss ohhh iseppp sayangg ohhh desahan Pak Andre membuatku semakin gila, dan Pak Andre berteriak keras.Ahh.
Crot crott.. Sperma Pak Andre menyemprot masuk ke mulutku, aku tersedak dan terbatuk-batuk, aku melepaskan penis Pak Andre. Cairan aneh yang kurasakan ada di mulutku, membuat aku mual dan ingin memuntahkannya, tapi Pak Andre malah mencium bibirku dan menjilati cairan sperma yang tersisadi wajah dan bibirku.
Pak Andre kemudian merenggangkan kedua pahaku, beliau mengarahkan penisnya ke vaginaku dan menggesek-gesekkanya, aku merasakan nikmat-nikmat geli. Beliau mencoba memasukannya lebih dalam tapi aku berteriak. Aduhh sakitt ucapku sambil meringis. Pak Andre tidak meneruskannya dan menggesek-gesekkan kepala penisnya lagi.
Aku menggelinjang tak tahan, akhirnya Pak Andre mencobanya lagi. Aku tetap kesakitan dan berteriak hingga aku meneteskan air mata. Pak Andre pun tidak meneruskannya beliau mencium bibirku dengan lembut sambil berkata, Bapak tidak akan mengambil keperawanan kamu. Lalu beliau bangkit dan membersihkan vaginaku dengan handuk hangat.
Aku berkaca dan melihat tubuhku yang berubah menjadi merah, karena bekas cupangan dan hisapan-hisapan Pak Andre. Setelah itu aku diantar pulang Pak Andre. Jam 11.00 malam aku sampai di rumahku, akhirnya orang tuaku marah-marah dan mengetahui perbuatan mesum ku.
Mereka memeriksa tubuhku dan mengetahui ada bekas cupangan. Akhirnya aku mendapat ganjaranya pada semester depan aku tidak akan dikuliahkan lagi, sebenarnya aku ingin meneruskan pendidikanku, tapi apa daya orang tuaku sudah kesal dan tidak mempedulikanku lagi.
Ini cerita saya dan selamat membaca gays. terimkasih.
![]() |
| Awalnya Cupang Jadi Mesum |
Dalam keluarga sikap orang tuaku sangat keras, mereka memberi peraturan yang harus diingat olehkami sebagai anaknya, yaitu dilarang keras untuk BERPACARAN sebelum selesai kuliah, jika di langgar saya tidak akan di kuliahkan lagi. Saat itu hujan turun lumayan deras, aku menunggu tapi mobil angkutan selalu saja penuh dan jalanan pun semakin sepi dan aku sudah basah kuyup tak karuan. Tiba-tiba aku melihat sebuah mobil sedan berhenti di depanku.
kemudian beliau menawarkan tumpangan kepadaku, aku pun menerimanya karena takut tidak bisa pulang. Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Pak Andre umur 40 tahun. Sepanjang perjalanan beliau mengajaku berbicara kesana kemari dan sempat menawarkan untuk berganti pakaian di rumahnya karena beliau mempunyai putri yang sesuai denganku.
Aku menerima tawaran beliau karena percaya kepadanya dan akhirnya kami pun sampai di sebuah komplek perumahan, ketika aku masuk rumah itu gelap gulita, tak ada penghuninya. Pak Andre mengatakan mungkin putrinya belum kembali dari kuliah. Aku mengangguk tanpa curiga. Pak Andre membawakan aku pakaian putrinya. Aku mengganti pakaianku tanpa menanggalkan BH dan CD-ku.
Ketika aku keluar, Pak Andre sedang duduk di sofa sambil meminum teh, beliau mempersilahkan aku duduk di sebelahnya. Kami pun mengobrol tanpa canggung lagi, Tiba-tiba Pak Andre memegang keningku dan beliau berkata badanmu hangat begnini? aku hanya menjawa dengan senyum sekaligus kaget.
Entah kenapa Pak Andre mengelus-elus rambutku yang masih basah, sentuhan-sentuhan beliau turun keleherku. Aku merasakan sensasi aneh yang membuatku merinding geli, dan akhirnya bibir Pak Andre mendarat di bibirku, setengah kaget mataku melotot memandang Pak Andre.
Tapi Pak Andre malah menciumku lagi, aku berontak, tapi tak berhasil, malah rengkuhan tangannya semakin kuat kurasakan. Lama kelamaan aku mulai terhanyut dan membalas ciuman Pak Andre walaupun ciumanku belum sempurna. Mungkin karena didorong rasa ingin tahu aku membiarkan Pak Andre bertindak lebih jauh.
Ciumannya mulai turun ke leherku, aku merasa geli sekaligus kenikmatan yang tiada duanya. Rasanya sarafku akan putus saat lidahnya menjilati leherku. Pak Andre mendorongku hingga aku terbaring di lantai permadani, sambil terus menciumi dan menjilati wajahdan leherku.
Dengan lincah tangan-tangan Pak Andre kurasakan sedang bermain-main di atas dadaku, beliau membuka kancing piyamaku. Entah mengapa aku tak melawannya saat Pak Andre berhasil meloloskan semua pakaianku hingga aku telanjang.
Aku berteriak pelan bagai disengat sesuatu saat lidahnya kurasakan mendarat di atas puting susu ku. Pak Andre meremas susuku yang kiri dan mengulum yang kanan, mmm aku bergetar tak karuan. Belum selesai dengan kenikmatan yang aku rasakan Pak Andre meneruskannya dengan menghisap susuku seperti bayi.
Aku menggelinjang kenikmatan, ahhh birahiku semakin naik. Pak Andre berdiri melepaskan pakaiannya hingga telanjang. Aku hanya terdiam menatap wajah Pak Andre. Kemudian beliau berjongkok di samping tubuhku dan mulai menjilati dari samping sambil terus meremas-remas susuku, hingga aku lemas tak berdaya.
Nafasku semakin tak beraturan karena tak tahan akan ciuman dan jilatan Pak Andre. Ciumannya turun ke perutku dan Akhhh aku menjerit keras saat kurasakan lidahnya menjilati selangkanganku. Kakiku berontak dengan berusaha menendangnya. Tapi tangan Pak Andre begitu kuat mencengkram kedua pahaku. Aku mendesah semakin kuat saat kurasakan lidah Pak Andre menyentuh vaginaku.
Pak Andre seakan tak peduli, beliau terus menjilati vaginaku, dan mengobok-oboknya dengan tempo yang teratur. Teriakan-teriakan kenikmatan keluar dari bibirku saat Pak Andre menghisap vaginaku denga kuat. Ohhh uuhhhh ohh aku merasakan enak sekaligus geli yang amat sangatdahsyat. Pak Andre mempercepat tempo jilatan dan ciumannya di vaginaku, hingga aku merasa akan meledak.
Aku berteriak seenaknya, Sial aduh ohhh aduhhh sayanggg teriakanku malah membuat Pak Andre semakin bernafsu, beliau menghisap klitorisku dengan kuat hingga tubuhku mengejang, Oohhh hhh aku merasakan orgasme. Aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut, tubuhku lemas dan kakiku menjepit kepala Pak Andre. Pak Andre bangkit dan berjongkok di samping tubuhku beliau menyuruhku menyetubuhi penisnya yang lumayan besar itu. Aku yang sudah lupa segalanya menurutinya.
Aku mulai menjilati dan mengocok-ngocok penisnya di mulutku. Tangan beliau pun masih tetap meremas-remas susuku. Aku hisap dan kucium-cium kepala penisnya. Pak Andre melenguh seiring hisapanku yang semakin kuat, beliau pun meremas susuku semakin kuat, hingga aku semakin bersemangat dan liar.
Desahan Pak Andre membuatku tak tahan, karena aku mulai merasakan vaginaku pun mulai basah. Ohhh sayanggg pinter iseppp teruss ohhh iseppp sayangg ohhh desahan Pak Andre membuatku semakin gila, dan Pak Andre berteriak keras.Ahh.
Crot crott.. Sperma Pak Andre menyemprot masuk ke mulutku, aku tersedak dan terbatuk-batuk, aku melepaskan penis Pak Andre. Cairan aneh yang kurasakan ada di mulutku, membuat aku mual dan ingin memuntahkannya, tapi Pak Andre malah mencium bibirku dan menjilati cairan sperma yang tersisadi wajah dan bibirku.
Pak Andre kemudian merenggangkan kedua pahaku, beliau mengarahkan penisnya ke vaginaku dan menggesek-gesekkanya, aku merasakan nikmat-nikmat geli. Beliau mencoba memasukannya lebih dalam tapi aku berteriak. Aduhh sakitt ucapku sambil meringis. Pak Andre tidak meneruskannya dan menggesek-gesekkan kepala penisnya lagi.
Aku menggelinjang tak tahan, akhirnya Pak Andre mencobanya lagi. Aku tetap kesakitan dan berteriak hingga aku meneteskan air mata. Pak Andre pun tidak meneruskannya beliau mencium bibirku dengan lembut sambil berkata, Bapak tidak akan mengambil keperawanan kamu. Lalu beliau bangkit dan membersihkan vaginaku dengan handuk hangat.
Aku berkaca dan melihat tubuhku yang berubah menjadi merah, karena bekas cupangan dan hisapan-hisapan Pak Andre. Setelah itu aku diantar pulang Pak Andre. Jam 11.00 malam aku sampai di rumahku, akhirnya orang tuaku marah-marah dan mengetahui perbuatan mesum ku.
Mereka memeriksa tubuhku dan mengetahui ada bekas cupangan. Akhirnya aku mendapat ganjaranya pada semester depan aku tidak akan dikuliahkan lagi, sebenarnya aku ingin meneruskan pendidikanku, tapi apa daya orang tuaku sudah kesal dan tidak mempedulikanku lagi.
Ini cerita saya dan selamat membaca gays. terimkasih.




No comments:
Post a Comment