Tuesday, January 16, 2018

ML Dengan Dokter Cantik

Dunia Sex - Kota ini memang kecil, dan jarang sekali pasien yang rawat lama disini. Kebanyakan mereka di rujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatanya.

uncchhhh !!  
ML Dengan Dokter Cantik - Sebelunya aku mempunyai tinggi 165cm dan berat 48kg. Wajahku lumayan cantik dengan kulit putih. Ukuran dada ku standard, hanya saja jika aku memakau pakaian ketat atau mini. Semua mata yang memandang pasti akan terkagum-kagum  melihatnya.

Kemudian sebut saja dia Dr. Fernando, dia lumayan tampan. Sudah beristri namun belum dikaruniai anak. Mungkin karena dia lebih banyak menghabiskan waktu nya di rumah sakit.


Dia juga merupakan idola para suster disini, wibawanya dan tutur katanya membuat semua suste selalu mengagguminya.

Kisah pengalaman ngentot dengan dokter ini terjadi kira-kira 1 tahun yang lalu, waktu itu aku kebetulan mendapat giliran jaga malam. Padahal keesokan harinya adalah hari libur karena bertepatan dengan hari libur nasional, entah perayaan apa aku tak ingat, pasien di rumah sakit itu sangat sedikit, kadi yah bisa dihitung jari, dan biasanya setelah jam 9 malam, rumah sakit itu sepi sekali, mungkin karena letaknya juga jauh dari pusat kota, lebih termasuk ke pinggiran kota.

BACA JUGA :
- PERAWAN PACARKU PECAH SEWAKTU KAMI ML
- ML DENGAN CALON MENANTU BOHAY
- ML DENGAN CEWEK KOST

Setelah aku mengecek kamar pasien yang di tempati beberapa pasien, aku segera saja  memberekan pembukuan, setelah itu aku masuk ke dalam ruang perawat dimana biasanya perawat berkumpul, beristirahat, dan juga berganti baju seragamnya. Karena lelah aku duduk sejenak di kursi empuk yang tidak ada tangannya atau pegangan untuk tanganya.

Entah karena lupa atau karena lelah aku tidak mengunci pintu, aku melepaskan sepatu pantovel ku yang sudah membuat kaki ku sangat pegal, aku menyandarkan kepalaku di kursi. Tiba-tiba saja dari belakang ada yang menyentuh pundakku serasa akan memijitnya, aku kaget dan langsung bangkit dari kursi, dan ternyata

"Dr. Fernando? ucapan kaget..
"capek ya? abis kerja?" tanyanya lembut..
"iya dok, sedikit." jawabku.

Kemudian Dr. Fernando duduk di kursi yang aku duduki tadi, aku hanya berdiri diam di depanya, entah kenapa saat Dr. Fernando menatapku jantungku berdegub kencang, mungking suara deguban itu bisa terdengar oleh nya.
"mau saya pijitin ga sus?" tanya nya.
"Ahh. dokter bisa aja" aku hendak beranjak melangka, tapi kemudian, tiba-tiba saja tangaku di tarik oleh Dr. Fernando, dan aku terjatuh tepat di pangkuannya.

Dia memelukku sangat erat dari belakang hingga aku tak bisa melepaskan pelukanya, namun sebenarnya aku juga senang dengan apa yang ia lakukan itu. Dia mencium leherku dari belakang, desah nafasnya  dan ciumannya membuat birahi ku naik. Sesaat dia mencium leherku, kemudian bibirku pun dia kerjai pula, aku pun tak tinggal diam, ku ladeni itu, lidah kami beradu, saling mengulum satu sama lain.

Entah setan apa yang merasuki ku malam itu, bagiku semuanya sangatlah indah. Tak terasa tiba-tiba tanganya sudah mulai meraba dada ku, dibukanya kancing seragam seragam ku, hingga beberapa kancingnya terbuka dan menculatlah buah dadaku yang masih menggunakan bh, lalu ditariklah keluar payudara dari kurunganya, sesaat Dr. Fernando menelan ludah melihat payudara ku itu.

"Feli.... ternyata kamu memiliki dada yang sungguh indah ya?" ucapnya sembari mengusap puting ku. Aku hanya bisa mendesah
"Ah.. dokter suka ya mainin dada Feli?" ucapku.

Tanpa menunggu waktu dia langsung mengulum dan menjilat payudara ku dengan penuh nafsu, seperti bayi yang sedang menyusu kepada ibunya. Aku menikmati semuanya, semabari dia terus memainkan dadaku, tanganya mulai bergerak menuju ke bawah perutku. Di bukanya kaki ku lebar-lebar, hingga rok mini seragam ku itu pun terangkat ke pahaku, aku mengangkang sembari di pangku Dr. Fernando.


Aku masih tetap memunggunginyam dia memainkan jarinya di bibir vaginaku, membuat ku benar-benar melayang. Kemudian pengalaman ngentot dengan dokter ini dia lanjutkan dengan memasukan jarinya ke dalam vagina ku, di mainkan vagina ku itu dengan jari-jarinya, sentuhan itu membuat vagina ku mulai basah, tapi rupanya Dr. Fernando tau kalo aku ingin segera di puaskan, tiba-tiba saja dia menghentikan perbuatanya.

Dia menyuruh ku duduk di depan dia, aku pun kini seperti berlutut dihadapanya, di bukanya celana dia, nampaknya  senjatanya yang sudah berdiri keras, rupanya dia juga ikut terangsang tadi, dia menyuruhku untuk mengulum penisnya, mulanya aku takut, karena ini pengalaman ngentot dengan dokter peratama kali bagiku, tapi dengan sabar dia menuntunku, yang akhirnya dia pun mulai merasakan hisapan-hisapan mulutku, aku jilat dan ku sedot penisnya itu hingga basah.

Kemudian tiba-tiba menyuruhku menghentikanya dan memintaku untuk duduk menghadapnya, aku pun duduk dihadapanya kini, dia menurunkan cd ku, lalu dia memintaku untuk memasukkan penisnya ke dalam vagina ku. Aku sempat takut
"dokter, saya takut, saya masih perawan dok..."
"justru itu Feli, akan terasa enak loh, memang sakit di awal, tapi lama-kelamaan juga enak" ucapanya sambil mencium untuk menenangkan ku, setelah cukup tenang, dia mulai perlahan memasukan penisnya ke dalam,
"ahh..ahh.au" jerit ku merintih menahan sakit dan perih.

Dr. Fernando memang sangat luar biasam karena takut menyakitiku dia pun sangat halus dalam melakukanya, dia memasukkan penisnya inchi demi inchi, dan akhirnya blessssss... penis Dr. Fernando telah masuk semua ke dalam vagina ku, tapi dia tidak lantas menggenjotkum dia justru membuat ku seperti di manjakanm menciumi kum memainkan payudarakum dan secara perlaha dia menggerakan badanya naik turun, membuat penisnya juga ikut bergerak menusuk vagina ku.

Sesaat ku rasakan darah keperawanan ku mengalir ketika Dr. Fernando mendorong badanya dengan keras, dan membuat penisnya menusuk terlalu dalam, waktu itu aku hanya menjerit
"ahh....sakitttt.... dok" rintihku..
"gapapa Feli, entar lagi juga enak kok sayang" balasnya..


Akhirnya selang beberapa menit ku rasakan ada yang menjalar hebat di dalam tubuhku, Dr. Fernando mempercepat gerakanya menusuk vaginaku, dan
"ahh....dokter Feli rasanya pengin pipis nih...ahhhh" ucapku,
"keluarin aja Feli, itu bikin kamu lebih enak"ucapnya, dann
"ahhhh.........keluar dok" ucapku, tubuhku mengejang hebat, ku rasakan ada cairan yang mengalir keluar hingga membasahi pahaku....
"enak kan sayang? " ucap Dr. Fernando.
"Iyah...dokter pinter banget bikin aku lemes gini ahh....." itu adalah orgasme ku yang pertama..

Kemudian Dr. Fernando menyuruhku berdiri, kemudian sedikit menungging, aku menghadap meja yang ada di depanku, Dr. Fernando kemudian mulai menggenjotku dari belakang, dan ini membuat ku sunggu melayang, benar- benar dokter yang hebat, pikir ku dalam hati, dia terus menggenjotku, gerakanya semakin cepat, aku tahu rupunya dia juga akan klimaks.

"mau di keluarin dimana Feli?" di dalam aja dok, aku lagi gak masa subur koq, lagian aku juga pingin taju rasanya dimasukin sperma dokter" ucapku waktu itu.

Dan tiba-tiba crott...crottt sperma Dr. Fernando keluar, mungkin karena banyak hingga keluar pula dari vaginaku dan menetes di lantai. Dr. Fernando kemudian memelukku dari belakang dan mencium bibirku, aku pun membalasnya, kami saling melumat lidah kami, dan setelah itu kami pun membenah diri kami, aku pun membersihkan ceceran sperma di lantai.

Dr. Fernando duduk di kursi beristirahat sejenak, aku pun merapihkan pakaian ku, kami juga sempat melakukan beberapa kali frenckiss sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.

Malam itu benar-benar malam yang sangat indah buat ku. Dan setelah malam itu pun kami sering melakukannya tanpa di ketahui oleh suster yang lailn, karena kami selalu berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa di hadapan oran lain.


Hal itu terjadi selama 3 tahun aku bekerja di rumah sakit itu, dan kini aku sudah pidah juga telah mempunyai seorang suami dan seorang anak, tapi saja aku selalu merindukan saat-saat indah bersama Dr. Fernando. dokter pujaaku itu.


No comments:

Post a Comment